Jumat, 28 November 2014

[CERPEN] Love In The Rain



By : Irma Aulina
Aku berjalan di jajaran pertokoan yang tertata rapi. Tetap sama seperti tiga tahun yang lalu.
Jalan setapak yang memiliki kenangan tersendiri untukku. Yah…..hanya kenangan.
“Laura!!!”, teriak Sarah temanku.
“Hai!!”, aku melambaikan tangan dan menghampirinya.
“Ayo pergi!”, katanya.
Kami sudah janjian untuk bertemu dan pergi jalan-jalan.
            “Kamu masih belum bisa ngelupain Rey ya?”, Tanya Sarah tiba-tiba padaku.
“Sudahlah, Sar. Aku sudah coba melupakannya”, jawabku ragu.
“Aku tidak yakin”, kata Sarah sambil memakan es krim coklat strawberi vanilla dan diberi cherry diatasnya.

Kamis, 27 November 2014

Lirik Perhaps Love by Howl



On-je-yot-don-gon-ji / gi-yong na jin ah-na
ja-ku nae mo-ri-ga / no-ro u-ji-rop-don shi-jak
han-du bon-shik / doh-oh-ryu-dun seng-gak
ja-ku nul-o-ga-so / jo-gum dang-hwang-su-ru-un i ma-umpyol-il-I ah-nil su it-da-go / sa-so-han ma-umi-ra-go
ni-ga ne-ge ja-ku (ne ge ja ku)
ma-rul ha-nun / geh o-saeng-han-gol

Chorus:
sa-rang-in-ga-yo / ku-de nah-wa gat-da-myon shi-jahk-in-ga-yo
ma-mi jah ku gu dael / sa-rang-han-dae-yo
on se-sang-i dud-du-rok / so-ri-chi-ne-yo
wae i-je-ya dul-li-jyoh oooohh…
so-rol man-na-gi we-hyae / i-je-ya sa-rang cha-jat-da-go
ji-gum nae ma-umul / sol-myong-ha-ryoh hae-do
ne-ga nae-ga dwe-o mamul nu kki nun bang bop ppun in de
i-mi nan ni / a-ne / it-nun-gol
ni a-ne / ni-ga it-du shi
u-rin so-ro-we-ge (so ro we ge)
i-mi gil-dul-yo / jin-ji mo-la

Lirik I'm Fool By Stay







nan baboyeosseotjyo. naega baboyeosseotjyo
huhoehaedo neujeotjyo aljyo dorikilsun eopjyo
geuldael bolsun eopseoyo, nado algo isseoyo
naega jeongmal jalmotaesseoyo
jeongmeol mianhaeyo

geuttaen aegi haji motaetjyo neomu eoriseogeotjyo
ijewaseo ireoke aetaeumyeo na yongseoreul bireoyo

dangsineun naneun baboimnida jajonsimttaemune
sulgwa sseun dambae yeongiro manggajigo itjyo
dangsineun naneun baboimnida ajik saranghagie
haru jongil peongpeong ulgoman itjyo
geudaedo nado babocheoreom

[PUISI] CITA-CITA BELANTARA



Oleh : Irma Aulina
Air sungai mengalir deras, masih jernih untuk diminum
Permadani hijau membentang, kicau burung terdengar
Disanalah dia tinggal, di dekat sungai di samping bukit
Tirai bambu penegak rumahnya, pohon padi sebagai atapnya

Dia hanyalah anak dari desa, tapi dia punya semangat Pancasila
Dia kibarkan Sang Merah Putih yang lusuh, hanya bendera itu yang dia punya
Berpuluh-puluh tahun lamanya, bendera itu lusuh banyak noda

Aku mendekat ke arahnya dan mulai bertanya
“Kenapa kamu kibarkan bendera diatas bukit ini?”

Kemudian dia menjawab
“Aku ingin negaraku berada paling tinggi”

Aku bertanya lagi padanya
“Apa cita-citamu anak kecil?”

Dia melihat ke arahku, menatap mataku dengan tegas dan berkata dengan hormat
“Aku ingin menjadi pemimpin negara!”

Begitulah seruannya
Aku tersenyum bangga
“Jika kamu jadi pemimpin negara, apa yang akan kamu lakukan?”

Dia lalu menjawab lagi
“Aku akan menjaga hutanku dan ingin rakyatku hidup bahagia”

Kata-kata itu terlontar begitu mulus dari mulutnya
Menjadi seorang pemimpin negara tidaklah mudah
Banyak rintangan yang harus dilalui

Namun, semangat anak belantara membuat hatiku tergerak
Sekali lagi aku tersenyum bangga
Di samping gunung dekat hutan
Akan ada anak bangsa sebagai pemimpin negara