Minggu, 16 Juni 2013

Pengenalan Batik Nusantara

A. Pengenalan batik

     Secara Etimologi, Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik".
Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.

B.  Sejarah teknik batik

   Seni pewarnaan kain dengan teknik perintang pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkok semasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). Di Afrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke dan Wolof di Senegal. Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia I atau sekitar tahun 1920-an.
Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari India atau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7. Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (sejarawan Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah seperti Toraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuno membuat batik.
G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu. Detil ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita, arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.
Legenda dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa. Oleh beberapa penafsir,who? serasah itu ditafsirkan sebagai batik.
Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London, 1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873 seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.
Semenjak industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Hugh Clifford merekam industri di Pekan tahun 1895 bagi menghasilkan batik, kain pelangi, dan kain telepok.

C.    Budaya batik

Pahlawan wanita R.A. Kartini dan suaminya memakai rok batik. Batik motif parang yang dipakai Kartini adalah pola untuk para bangsawan
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Batik merupakan warisan  nenek moyang Indonesia yang pada awalnya berasal dari Jawa. Batik Indonesia pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden kedua Indonesia yaitu Presiden Soeharto yang Ia pakai pada saat konferensi PBB.
Batik juga dipakai untuk membungkus seluruh tubuh oleh penari Tari Bedhoyo Ketawang di keraton jawa.

IV.    Corak batik

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga memopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.



Sejarah Bumi


Sejarah terbentuknya bumi dapat diketahui melalui batuan pembentuk kerak bumi. Banyak batuan menyimpan berbagai fosil sehingga dapat mengungkap sejarah kehidupan dibumi. Fosil2 tersebut kadang hanya berupa tanda bekas tumbuhan atau hewan yang terukir pada batuan.
Sejarah bumi dibagi kedlm kurun waktu yang disebut era,  era dibagi kedalam periode, dan periode dibagi ke dalam epok. Terdapat  era dalam sejerah bumi yaitu era Pra-kambrium, Paleozoik, Mesozoik, dan Senozoik.

a.      Era Pra Kambrium (4,5 milyar tahun)
Era ini berawal 4,5 milyar tahun yang lalu,merupakan awal pembentukan kerak bumi yang terus berkembang,pembentukan atmosfer,dan pembetukan hidrosfer.kehidupan pada era ini mulai berkembang dari organisme bersel tunggal menjadi organisme bersel banyak

Kehidupan yang paling awal muncul adalah mikroorganisme [bakteri dan ganggang]di dalam samudra.fosil tertua yang berhasil ditemukan adalah fosil stromatolit dan cyanobacteria yang umurnya sekitar 3,5 milyar tahun.

b.      Era pelaozoik.
Era ini dibagi dalam 6 periode,yaitu periode kambrium.ordovisium silur,divon,dan perm.
1.      Periode kambrium (120 juta tahun)
Periode ini dimulai 600 juta tahun yang lalu. Banyak hewan invertebrata mulai muncul pada periode ini dan hampir seluruh kehidupan berlangsung di lautan. Hewan pada periode ini selalu memiliki kerangka luar dan cangkang sebagai pelindung.
Fosil yang yang banyak dijumpai dengan persebaran yang sangat luas antara lain alga,koral,moluska,dan artropoda [ trilobite ]

2.      Periode ordovisium ( 45 juta tahun)
Periode ini dimulai 480 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai oleh munculnya ikan tanpa rahang yang merupakan hewan bertulang belakang paling tua, antara lain landak laut ( Ekionid ), bitang laut (asteroid) dan lili laut(krinoid).
Meluapnya samudra dari zaman es merupakan bagian peristiwa yang terjadi pada periode ini. Daratan Gondwana dan benua benua lainnya mulai menutup celah samudra yang berada disekitarnya.
3.      Periode Silur (30 juta tahun)
Periode ini dimulai 435 juta tahun yang lalu. Periode ini menjadi periode peralihan kehidupan dari air ke darat. Pada periode ini tumbuhan darat mulai muncul untuk pertama kalinya,terutama tumbuhan paku (pteridofita).
Selain itu,mulai muncul juga binatang yang bernafas dengan meng hirup udara secara langsung (disebut eur epterid). Selama periode ini mulai terbentuk deretan pegunungan yang melintasi Skandinavia,skotlandia,dan pantai amerika utara.

4.      Periode Devon (60 juta tahun)
Periode ini dimulai 405 juta tahun lalu.Periode ini merupakan periode perkembangan besar-besaran jenis ikan dan tumbuhan darat. Ikan yang memiliki rahang dan ikan hiu makin aktif menjadi pemangsa di lautan. Hewan-hewan amfibi pada periode ini mulai berkembang dan beranjak menuju daratan. Sementara itu, tumbuhan darat untuk pertama kali muncul didaerah rawa.

5.      Peride Karbon (70 juta tahun)
Periode ini dimulai 345 juta tahun yang lalu. Pada periode ini ganggang melimpah dan saat pertama kalinya tumbuhan lumut muncul. Pohon-pohon tumbuh dari butiran yang mirip biji-bijian. Periode iniditandai oleh menyatunya benua-benua membentuk masa daratan yang disebut Pangea.

6.      Priode Perm (50 juta tahun)
Periode ini dimulai 275 juta tahun yang lalu. Periode ini ditandai dengan melimpahnya ganggang dan reptile, serta melelehnya lapisan glasier dibelahan bumi selatan yang meninggalkan bahan-bahan sedimen. Sementara itu, Benua Pangea bergerak sebagai satu masa daratan

c.       Era Mesozoik
Era ini dibagi dalam 3 periode
1.      Periode Trias (45 juta tahun)
Periode ini dimulai 225 juta tahun yang lalu yang ditandai ,unculnya Dinosaurus dan reptilian yang berukuran sangat besar untuk pertama kalinya. Sementara itu, benua Pangea bergerak kearah utara dan mulai terbentuk daerah gurun.

2.      Periode Jura (50 juta tahun)
Periode ini dimulai 180 juta tahun yang lalu yang ditandai adanya kekuasaan Dinosaurus terhadap dunia, munculnya burung yang pertama kali, dan makin banyaknya conifer. Pada periode ini Benua Pangea terpecah dengan pergerakan Amerika Utara yang terpisah dengan Afrika, sedangkan Amerika Selatan terpisah dengan Antartika dan Australia.

3.      Periode Kreta atau Zaman Kapur (65 juta tahun)
Priode ini dimulai 130 juta tahun yang lalu dimulai dengan munculnya tumbuhan berbunga serta makin melimpahnya hewan tak bertulang belakang, ikan, dan binatang amfibi. Akhir periode ini ditandai dengan musnahnyaDinosaurus dan tergenangnya daratan oleh samudra.
Sementara itu, daratan India mulai terlepas jauh dari afrika dan bergerak menuju Asia.

d.      Era Senozoik
Era ini terbagi atas dua periode
1.      Periode Tersier
Terbagi dalam 5 epok
a.      Epok Paleosen( 10 juta tahun). Epok ini dimulai 20 juta tahun lalu yang ditandai dengan melimpahnya tumbuhan berbunga serta mulai lazimnya binatang tak bertulang belakang, ikan, amfibi dan binatang kecil yang menyusut. Sementara itu didaratan terbentuk tanah, khususnya didaerah hujan dan panas, sedangkan gunung masih menjulang tinggi karena belum tererosi.

b.      Epok Eosen (15 juta tahun). Epok ini dimulai 55 juta tahun lalu yang ditandai dengan mulai berkembangnya buah, biji-bijian, dan rerumputan , melimpahnya burung, amfibi, reptile kecil, dan ikan, serta mulai munculnya kelelawar, unta, kuda, monyet, dan badak. Sementara itu laut mulai menggenangi daratan.

c.       Epok Oligosen (14 juta tahun) Epok ini dimulai 40 juta tahun lalu yang ditandai dengan munculnya kera primitive dan berkembangnya berbagai binatang pengerat. Pada akhir epok ini hewan raksasa yang mirip badak mulai musnah.

d.      Epok Miosen (12 juta tahun). Epok ini dimulai 26 juta tahun lalu yang ditandai oleh kemunculan kera di Asia dan Eropa. Selain itu munculnya jenis jenis binatang lain, misalnya kelelawar, monyet, dan beruang primitif.

e.      Epok Pliosen (12,5 juta tahun). Epok ini dimulai 14 juta tahun yang lalu yang ditandai oleh kemiripan kehidupan lau dengan yang ada pada saat sekarang. Burung dan binatang menyusui mirip dengan burung zaman modern dan menyebar keseluruh penjuru dunia. Pada akhir epok inilah manusia mulai muncul.
2.      Periode Kuarter
Dibagi dalam 2 epok.
a.      Epok Pleistosen dimulai 1,75 tahun lalu yang ditandai dengan muculnya manusia purba (Homo erectus atau Pithecanthr opus erectus). Mamoot, badak berbulu, dan banyak binatang lain yang berkembang, tetapi musnah menjelang akhir epok ini karena kedinginan. Pada epok ini sebagian besar Eropa, Amerika Utara, dan Asia bagian utara tertutup es, tidak terkecuali Pegunungan Alpen, Cherpatia, dan Himalaya. Namun, meskipun tertutup es masih banyak gunung berapi yang meletus .
b.      Epok Holosen dimulai 10 ribu tahun yang lalu. Epok ini ditandai dengan berkembangnya manusia modern dari bentuk primitifnya. Manusia mulai memiliki peradaban. Manusia mulai memanfaatkan tenaga angin dan air. Kekuatan sungai, gletser, dan ombak mulai mengikis daratan. Pantai dan delta mulai terbentuk. Gletser zaman es meleleh dan membentuk danau-danau.

Awal Terbentuknya Bumi

 
Bumi mulai terbentuk saat butiran debu dan gas  yang berada disekitar Matahar saling melekat membentuk partikel . Partikel selanjutnya menggumpal menjadi lebih besar dan saling bertabrakan hingga membentuk benda-benda berukuran planet. Salah satu benda tersebut diperkirakan sebagai bumi dalam bentuk massa batuan yang dikelilingi gas dan tidak mengandung air.

Gaya berat yang dimiliki bumi meningkatkan tekanan sehingga bagian dalam bumi akan mencair. Sementara itu, bahan yang berat seperti besi akan tertekan dan tenggelam ke bumi,sedangkan bahan yang ringan dan muncul dan mengapung kepermukaan membentuk kerak bumi.

Adanya pemanasan didalam bumi menyebabkan terbentuk uap air dan gas-gas lainnya hingga membentuk atmosfer. Diperkirakan unsur-unsur yang terkandung pada atmosfer disaat itu adalah hidrogen, helium, metana dan amonia. Susunan unsur seperti itu sama dengan susunan unsur pada atmosfer Planet Yupiter. Unsur oksigen belum banyak terkandung dalam atmosfer. Bertambah banyaknya kadar oksigen terjadi pada saat batuan yang leleh secara terus menerus terurai hingga cukup untuk mendukung kehidupan tumbuhan dan hewan.

Seiring dengan terbentuknya atmosfer, awan yang telah ada sejak awal tersapu oleh angin matahari. Atmosferpun mengurangi pancaran langsung matahari ke bumi. Bumi menjadi dingin dan uap air membentuk awan tebal di atmosfer.

Perlahan-lahan dan dalam kurun waktu jutaan tahun awan tersebut mendingin, uap air mengembun, selanjutnya menjadi hujan yang sangat lebat. Hingga membanjiri bumi dan mendinginkan batuan dipermukaan bumi. Limpahan air hujan tersebut pada akhirnya berkumpul pada tempat yang rendah dibumi hingga terbentuk samudra. Namun, pada sat itu samudra belum terasa sangat asin. Hujan yang turun erus menerus melarutkan garam dari tanah dan batuan dan dialirkan oleh sungai hingga ke laut.




NB :

Setelah dapat tugas geografi,,, sekarang mau share sama temen-temen semua.....

Sabtu, 15 Juni 2013

PUISI LAMA


A.PENGERTIAN
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan.
Aturan- aturan itu antara lain :
1. Jumlah kata dalam 1 baris
2. Jumlah baris dalam 1 bait
3. Persajakan (rima)
4. Banyak suku kata tiap baris
5. Irama
Contoh Puisi LAMA:

Saat mentari bersinar
Saat kehangatan menyapa
Embun menetes disetiap dahan
Kelembutan itu menyapaku lagi
Menemani bangunku dari mimpi
Mimpi indah yang kurajut dimalam hari
            Terima kasih Tuhan
            Aku bisa melihat dunia ini lagi
            Melakukan aktivitas dipagi hari
            Dengan penuh ceria dihati
            Sungguh indah kuasamu
            Karena Kau selalu menemani

B. MACAM-MACAM PUISI LAMA
1.      MANTRA
        Mantra adalah merupakan puisi tua, keberadaannya dalam masyarakat Melayu pada mulanya bukan sebagai karya sastra, melainkan lebih banyak berkaitan dengan adat dan kepercayaan. Kalau dilihat cirinya, mantra ini tidak memiliki aturan.
Contoh :
Hai anak perawan nan cantik jelita
Memakai baju merah putih yang indah
Seperti bendera suci kita
Janganlah kau duduk disana
Didekat pintu besar itu
Suatu hari
Seorang pemuda takkan mendekatimu

2.      GURINDAM
Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari Tamil (India).

CIRI-CIRI GURINDAM:
a. Sajak akhir berirama a – a ; b – b; c – c dst.
b. Berasal dari Tamil (India),
c. Isinya merupakan nasihat yang cukup jelas yakni menjelaskan atau menampilkan suatu sebab akibat.
Contoh :
            Ingatlah tiang hidupmu   (a)
            Agar jalan yang benar menuntunmu  (a)
            Tiada engkau dihati    (b)
            Tiada mentari yang menyinari   (b)
            Meskipun kusebrangi lautan  (c)
            Kau takkan tergantikan  (c)

3.      SYAIR
Syair adalah puisi lama yang berasal dari Arab.
CIRI – CIRI SYAIR :
a. Setiap bait terdiri dari 4 baris,
b. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata,
c. Bersajak a – a – a – a,
d. Isi semua tidak ada sampiran,
e. Berasal dari Arab.
Contoh :
Pertama kali kubuka mataku
Ku melihat senyum ibu
Perasaan bahagia dari dirimu
Memancarkan pesonamu
      Perjuanganmu melahirkanku
      Akan kukenang selalu
      Setiap do’aku untukmu
      Ku ingin kau sehat selalu
Tuhan…Lindungilah dia
Ampuni dosa-dosanya
Kumohon tempatkanlah dia
Disisimu yang paling berharga

4.      PANTUN
Pantun adalah puisi Melayu asli yang cukup mengakar dan membudaya dalam masyarakat.
CIRI – CIRI PANTUN :
1. Setiap bait terdiri 4 baris
2. Baris 1 dan 2 sebagai sampiran
3. Baris 3 dan 4 merupakan isi
4. Bersajak a – b – a – b
5. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
6. Berasal dari Melayu (Indonesia)
Contoh :
Ada udang dibalik batu
Ada mentari bersinar terang
Siapa pemuda itu
Yang duduk melihat bulan terang

# MACAM-MACAM PANTUN
1. DILIHAT DARI BENTUKNYA

A.     PANTUN BIASA
Pantun biasa sering juga disebut pantun saja.
Contoh :
Hujan menerpa hidupku
Mentari bersinar kembali
Aduh Senangnya hatiku
Melihat dia sudah kembali

B.      SELOKA (PANTUN BERKAIT)
Seloka adalah pantun berkait yang tidak cukup dengan satu bait saja sebab pantun berkait merupakan jalinan atas beberapa bait.
CIRI-CIRI SELOKA:
a. Baris kedua dan keempat pada bait pertama dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait kedua.
b. Baris kedua dan keempat pada bait kedua dipakai sebagai baris pertama dan ketiga bait ketiga
c. Dan seterusnya
Contoh :
Dahulu rebab yang bertangkai
Kini kopi yang berbunga
Adat dahulu tetap terpakai
Sekarang hanya aturan yang berguna
Kini kopi yang berbunga
Dan batang yang mulai alum
Sekarang hanya aturan yang berguna
Tinggal sanksi yang menghukum

C.      TALIBUN
Talibun adalah pantun jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya.
Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
Jika satiu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
Jadi :
Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d
Contoh :

Seekor kambing tersandung kayu
Kayunya sepanjang tongkat
Jatuhnya ke bawah lubang pemburunya

Durhaka pada seorang ibu
Tidak akan tenang diakhirat
Tidak berguna amalnya didunia
D.     PANTUN KILAT ( KARMINA )
CIRI-CIRINYA :
a. Setiap bait terdiri dari 2 baris
b. Baris pertama merupakan sampiran
c. Baris kedua merupakan isi
d. Bersajak a – a
e. Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
Contoh :
Ada pohon ada dahan
Ada kesusahan di kehidupan

2.  DILIHAT DARI ISINYA
            A  .     PANTUN ANAK-ANAK
             Contoh :
Beli mangga kepasar buah
Belinya dengan neneknya
Oh Bunda pulanglah
Anakmu menunggu sendiri dikamarnya
B.      PANTUN ORANG MUDA
Contoh :
Tengah hari bermain kuda
Dibawah matahari yang indah
Apakah arti sebuah cinta
Jika kitakan berpisah
C.       PANTUN ORANG TUA
Contoh :
Bunga mawar oh indahnya
Merah jelita warnamu
Perbuatan haram jangan dicoba
Itu adalah larangan Tuhanmu
D.      PANTUN JENAKA
Contoh
:
Jalan jalan ke Surabaya
Berteduh dipohon palem
Geli hati menahan tawa
Melihat sapi memakai helm
E.      PANTUN TEKA-TEKI
Contoh :
Ada seekor burung yang mati
Matinya terkena tembakan
Binatang apakah ini?
Bergigi taring di lautan